VisitCirebon.com – Event Jagakali International Art Festival akhirnya resmi dibuka pada Jumat (19/10/2018) malam di bantaran Kali Pacit, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Dalam pembukaan tersebut dihadiri pula oleh tamu undangan dari mancanegara.

Festival Jagakali ini merupakan pagelaran ke-7 setelah sebelumnya sudah digelar sejak 2006 silam dan dilaksanakan di berbagai bantaran sungai yang ada di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, serta Kabupaten Kuningan.

Penjabat (PJ) Wali Kota Cirebon, Dedi Taufik mengungkapkan apresiasinya terhadap festival yang diusing Sinau Art ini. Menurutnya, kegiatan yang dimeriahkan oleh ratusan seniman dari berbagai komunitas tersebut sejalan dengan keinginan Pemda Kota Cirebon dalam meningkatkan sektor pariwisata.

“Jika kali (sungai) bersih tentu akan lebih menarik apalagi bisa jadi daya tarik wisata,” katanya.

Dikatakan Dedi, masyarakat perlu dipelopori terlebih dahulu untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Dalam hal ini festival Jagakali dapat menjadi contoh. Pada kesempatan yang sama, orang nomor satu di Kota Cirebon itu juga membuat sebuah gubahan lagu dengan judul “Jagalah Kali”.

“Selain sebagai bentuk kampanye kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga menampilkan potensi seni dan kreativitas komunitas,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Festival Jagakali Art, Nico Broer Permadi berharap kegiatan tersebut bisa mendapat dukungan lebih dari pemerintah dalam memperindah bantaran sungai.

Menurutnya, jika sungai yang indah dan nyaman terwujud, bukan hal tidak mungkin bataran sungai mampu menjadi area wisata yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

“Setelah Jagakali Art Festival ini kami harapkan masyarakat juga tetap bisa menjaga kebersihan kali,” katanya./dhika

sumber:citrust.id